Jika di postingan saya sebelumnya menceritakan tentang masuknya ilmu furusiyah ke tanah jawa sejak zaman hindu, tartar hingga ngerum, bercampur dan menyatu sempurna di era Mataram Islam.
Maka dipostingan ini menceritakan tentang lenyapnya ilmu Furusiyah dari Tanah Jawa. Silakan disimak baik-baik:
Sekar Madya "Wirang Rong"
//
Kang badhe kababar neki
Cariyosipun lelakon
Nyawijinipun astra lan danu
Wonten tanah jawi
Ngerum hindu lan tatar
Hing danastran Mataram //
#
Yang akan kita jabarkan di bawah ini
Cerita kejadian
Bersatunya ilmu memanah
Di tanah jawa
NgeRum {Turki}, hindu dan tartar {Mongol}
Di dalam ilmu panahan Mataram
//
Danuastran Mataramki
Miyos king campur lan condhong
Danur wendha tatar satriya rum
Campur lan nyawiji
Ndadosaken sampurno
Furusiyah ing Mataram//
#
Ilmu Panahan Mataram ini
Terlahir dari percampuran dan saling mempengaruhi antara
Danurwenda, tartar dan ksatriya ngeRum
Bercampur dan menyatu
Menjadikan sempurnanya
Ilmu Furusiyah di Mataram
//
Pama ja kalimput kaki
Warah kawruh kang kawiyos
Danu astran mataramanneku
Sampurno nyawiji
Sanad king Nabi Adam
Kang turun saking suwarga//
#
Maka jangan sampai terlewat olehmu anakku
Ilmu pelajaran yang diajarkan ini
yaitu ilmu Panahan Mataram
Yang Sudah Sempurna dan menyatu
Bersanad dari Nabi Adam
Yang turun dari Surga
{Panahan adalah ilmu beladiri yang pertama kali turun ke bumi}
Sekar Madya "Balabak"
//
Danur wenda tatar lan furusiyah rum
Pungkase
Hanyawiji ing furusiyah Mataram
Wondene
Kang akhir tupak taban mariyam hiku
Teruse//
#
Danur vedha, tartar dan furusiyah ngerum
Akhirnya
Menyatu dalam furusiyah Mataram
Adapun
Yang akhirnya berganti menjadi senapan bedil, pistol, meriam
Sebagai kelanjutannya
//
Furusiyah kasatriyan Mataramku
Biyenne
Pusaka agemanipun trah Mataram
Mergane
Dipun gantos ngelmu landa lan legiyunku
Critane//
#
Teknik kemiliteran Furusiyah kesatriya Mataram itu
Dahulunya
Merupakan ilmu Pusaka andalan yang dipakai oleh Trah Mataram
Karenanya akan
Diganti dengan ilmu kemiliteran Belanda dan Perancis
Ceritanya {Disebabkan karena}
//
Kagem Sultan Heru Cakra mungsuh landa
Meh wahe
Ngelmu landa legiyun kasor juritnya
Pamane
Tinerusno perang tekan anak putu
Bakale//
#
Ilmu Frusiyah ini digunakan oleh Sultan Heru Cakra (Pangeran diponegoro) untuk melawan Belanda
Sehingga Hampir saja
Ilmu militer Belanda dan Perancis kalah dalam pertempuran
Jikalau
Perang ini diteruskan sampai ke anak cucu
InsyaaAllah
//
Landa kalah katundung king Tanah Jawa
Mangkane
Mungkasi perang kanthi cara culika
Akhire
Gawe isin lan wirang ing anak putu
Tembene//
#
Belanda akan kalah terusir dari tanah jawa
Makanya
Belanda mengakhiri perang dengan cara yang licik
Sehingga nantinya
Membuat malu anak keturunannya
pada masa depan
//
Ajur mumur morat maritipun Landa
Mergane
Tanding ngelmu furusiyah Heru Cakra
Mangkane
Meksa furusiyah Mataram kudu
Diilangke//
#
Hancur lebur porak poranda Belanda {Belanda mengalami kerugian yang sangat besar}
Karena
Melawan ilmu furusiyah Heru Cakra
Makanya
Setelah menang perang, Belanda memaksa agar ilmu Furusiyah Mataram
Dihilangkan
Dan inilah yang dilakukan oleh Belanda untuk menghapuskan jejak kebesaran Furusiyah Mataram Islam:
- Melarang secara total ilmu furusiyah di institusi resmi (kraton dan menggantinya dengan ilmu militer eropa
- Menyusupkan agen2 budaya dengan memunculkan tokoh dalam pewayangan digambarkan orang yang berserban, jenggot, dan pedang lengkung sebagai penjahat/antagonis.
- Memusnahkan semua yang berhubungan dengan furusiyah turki/islam. Baik berupa senjata tajam maupun senjata api {lit, lila, kalantaka, mesbumi, mestaka, guthukgeni, dll}
- Orientalis mempengaruhi para pujangga untuk menyesatkan masyarakat dengan mengatakan bahwa dulu Pangeran Diponegoro bisa unggul perang karena sakti karena bertapa, bukan karena memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi militer furusiyah yang tinggi.
- Westernisasi besar-besaran di bidang militer, agar kemiliteran kraton tergantung sepenuhnya kepada Belanda, sehingga jika tidak tunduk, kraton akan di embargo secara militer.
Namun... apakah Belanda berhasil menghapuskan ilmu furusiyah ini dari Tanah Jawa?
Ataukah masih ada yang menjaga dan melestarikan ilmu Furusiyah Mataram hingga saat ini?
#FurusiyahMataram
#SejarahFurusiyah
#FurusiyahMataramIslam
#KurikulumFurusiyah
#Suryenglaga

Comments
Post a Comment