Soft opening
Sekolah Panahan Tradisional Suryenglaga
"Menelusuri Khazanah Panahan Diponegoro 200 Tahun Lalu"
Bulan Muharram kita kenal dengan syahrullah, waktu yang baik untuk memulai sesuatu yang baik insyaallah.
Di bawah ini saya tuliskan sekar/syair dandanggulo dengan judul Fatkhul Medan dari kitab kidung Suryenglaga yang mengawali pembuatan kurikulum Sekolah Panahan Tradisional Suryenglaga
//
Fatkhul medan jemparinganniki
kapurwakan halaqoh pamriksan
solah natan kang karone
ajar intis katelu
tafwiq aqod solah nireki
syekhul medan aba mad
gandewa nireku
ing aba ithlaq linepas
panah syaroh kang nguni hamratandhani
klimahing duryat yoo haak
//
Terjemah mudahnya:
Adab ketika memulai kegiatan memanah ini
Dimulai dengan melingkar memeriksa peralatan
Gerak nafas, tata tulang dan otot pemanah adalah yang kedua
Ketiga kuda-kuda
Memasang panah dan menarik busur
Guru memerintahkan mad / tarik
Busurmu itu
Lepaskan anak panah dengan aba2 ithlaq
Anak panah isyaroh/sendaren (whistle arrow) sebagai pertanda
Murid mengucapkan kalimat yaa haq
#
Setiap bait syair terdapat penjelasan yang panjang dan sangat teknis dalam kitab syarah-nya. Dan inilah yang insyaallah akan diajarkan di sekolah ini.
Terdapat 10 marhalah dalam kurikulum Sekolah Panahan Tradisional Suryenglaga, yang wajib dilalui oleh pelajar panahan.
Dengan 4 materi besar hadafiyah:
1. Toroban
2. Pandoyo
3. Pangangkah
4. Panglayang
Bismillah, laa haula wa laa quwwata illa billah.
Semoga Allah meridhoi. . .
KangRoy
Musyrif Dzurriyyat Suryenglaga
#SekolahPanahanTradisionalSuryenglaga
#Bulkiyo
#Suryenglaga
#PanahanDiponegoro

Comments
Post a Comment