Makna kedua
Panah yoiku PAheman kang geNAH
//
Paheman ateges mangelmuni sadayaning kanthi buntas sangking purwa madya ngantos wusananipun utawi sampurno kasub ngelmunipun
NgGenah: mangertosi kanthi kaarah, kaukur lan kasub.
//
Pengertian pertama adalah, hendaklah seorang pelajar panah, mempelajari dan berusaha memahami Islam dengan baik, berlandaskan Kitabullah Al-Quran dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam serta para sahabat ridhwanullah alaihim. Serta mengamalkannya dalam kehidupan pribadinya.
Memahami urutan keilmuan, yaitu iman sebelum alquran, adab sebelum ilmu dan ilmu sebelum perkataan dan perbuatan.
Pengertian kedua
Mengilmui semuanya dengan sempurna, dari awal, tengah hingga akhirnya. Atau dengan kata lain, ilmunya terarah, terukur dan mendarah daging.
Seorang pemanah hendaklah belajar dari seorang guru yang memiliki pemahaman yang paripurna mengenai keilmuan furusiyah.
(Hal ini juga berlaku untuk semua jenis ilmu yang ada, baik ilmu yang bersifat keduniaan, maupun ilmu agama, yaitu belajarlah kepada ahlinya.)
Belajar dengan mulazamah, terus menerus, berkesinambungan, bertahap sesuai dengan kurikulum yang telah ditulis dalam kitab.
Agar terbentuk pemahaman yang komprehensif, menyeluruh tidak parsial, terhadap keilmuan yang dipelajarinya.
Tujuan pembelajaran nya adalah kasub (ahli) alias mendarah daging.
Sehingga dibutuhkan pengorbanan waktu, tenaga dan biaya yang besar untuk mempelajari keilmuan furusiyah secara sempurna.
Sebagai contoh ciri kasub yaitu, seorang pemanah bisa memanahkan anak panah yang kondisinya tidak ideal misal:
. anak panah tanpa nashl (point)
. anak panah tanpa fuq/nock
. anak panah tanpa risy (bulu)
. rusak salah satu atau kedua fuq (nock) nya
. rusak salah satu, dua atau semua bulunya
. anak panah yang patah 1/3, patah 1/2, 2/3, hingga memanahkan point/proyektil saja tanpa shaft.
Memahami 7 perabotan memanah yang ada, dari cara membuatnya, hingga cara menggunakannya dengan sempurna. Yaitu:
1. Gustuwan tatar, rumeli dan istambul
2. Majra / majran/ carang rekso
3. Trekah/Thoriqoh
4. Siper / sisih lemper
5. Baidhok Naffatin
6. Tunjung
7. Julbah
Contoh lain :
Memanah sambil membawa pedang shamshir atau kilij, baik itu pedangnya di tangan kanan maupun di tangan kiri.
Memanahkan 1, 2, 3 hingga 15 anak panah sekaligus dalam sekali tarikan busur. Dan beragam teknik lainnya.
Semua dipelajari dan dipraktikkan dengan teliti dan detail dari segi tekniknya dengan baik sampai tingkat kasub (ahli)
Wallohu a'lam
KangRoy
Duryat Suryenglaga
#KasatriyanDalemSuryenglagan
#Kasub
#Majra
#Trekah
#Baidhok
#Naffatin
#Tunjung
#Julbah

Comments
Post a Comment